Mangga Kasturi

(Mangifera casturi)

Nama Ilmiah yang Diakui

Mangifera casturi Kosterm.

Diterbitkan dan dideskripsikan secara ilmiah oleh A.J.G.H. Kostermans pada abad ke-20. Nama ilmiah casturi merujuk pada nama lokal kasturi, yaitu mangga endemik Kalimantan Selatan yang terkenal karena aroma buahnya yang sangat harum dan khas.

Pohon kasturi merupakan anggota genus Mangifera (keluarga Anacardiaceae), satu kelompok dengan mangga (Mangifera indica), namun memiliki ciri buah yang lebih kecil, kulit lebih gelap, dan aroma lebih tajam. Karena keunikan aromanya, kasturi dikenal luas sebagai buah khas Banjar dan pernah menjadi simbol flora Provinsi Kalimantan Selatan.

Saat ini Mangifera casturi termasuk spesies yang terancam punah di alam (Extinct in the Wild / punah di habitat alami) menurut IUCN, dan hanya dapat ditemukan melalui budidaya atau koleksi kebun botani.

Nama umum:

  • Kasturi

  • Mangga kasturi

  • Banjar mango (Inggris)

Sinonim heterotipik:

  • Mangifera casturi Kosterm. (nama yang diterima secara luas; tidak memiliki sinonim heterotipik penting yang umum digunakan dalam literatur botani)

Klasifikasi :

Kingdom  :

Divisio      :

Class         :

Subclass   :

Order        :

Family       :

Genus      :

Species     :

Informasi Umum (Deskripi morfologis)

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) merupakan pohon buah tropis hijau abadi yang berasal dari Kalimantan Selatan dan termasuk anggota famili Anacardiaceae. Pohon ini dapat tumbuh dengan tinggi sekitar 15–25 m, dengan tajuk membulat hingga agak melebar dan percabangan yang cukup rapat, sehingga tampak rindang.

Daun kasturi berbentuk lonjong hingga lanset, ujung meruncing, pangkal menyempit, dengan panjang sekitar 15–30 cm dan lebar 4–8 cm. Permukaan daun licin, tebal, dan berwarna hijau tua mengilap, dengan tulang daun menyirip yang jelas. Batangnya berkayu keras, berwarna cokelat keabu-abuan, dan mengeluarkan getah bening hingga kekuningan apabila terluka. Sistem perakarannya berupa akar tunggang yang kuat dan dalam.

Bunga kasturi berukuran kecil, berwarna putih kekuningan hingga kehijauan, tersusun dalam malai (panicula) di ujung ranting. Buah kasturi termasuk buah batu (drupa), berbentuk bulat hingga agak lonjong, berukuran relatif kecil dibanding mangga biasa, dengan kulit buah berwarna hijau tua, keunguan, hingga kehitaman saat matang. Daging buahnya berwarna jingga kekuningan, bertekstur lembut, dan memiliki aroma sangat harum khas yang menjadi ciri utama pohon kasturi.

Informasi Etnobotani :

Sejarah

Pohon kasturi (Mangifera casturi Kosterm.) merupakan tumbuhan asli (endemik) Indonesia, khususnya berasal dari Kalimantan Selatan, terutama wilayah Banjar dan sekitarnya. Sejak dahulu, kasturi tumbuh alami di hutan-hutan dataran rendah, tepi sungai, serta kawasan hutan rawa dan kebun campuran masyarakat lokal.

Dalam sejarah masyarakat Banjar, kasturi telah dikenal dan dimanfaatkan jauh sebelum masa kolonial sebagai tanaman buah lokal bernilai tinggi, baik untuk konsumsi segar maupun sebagai simbol budaya. Buah kasturi sering digunakan dalam jamuan adat, upacara tradisional, serta menjadi bagian dari identitas kuliner dan kearifan lokal Kalimantan Selatan.

Pada masa Hindia Belanda, kasturi mulai menarik perhatian para botanis karena aromanya yang khas dan berbeda dari mangga lainnya. Spesies ini kemudian didokumentasikan secara ilmiah oleh ahli botani A.J.G.H. Kostermans pada abad ke-20 dan diberi nama ilmiah Mangifera casturi. Pada periode ini, kasturi juga mulai dikoleksi di kebun raya dan herbarium, meskipun belum dibudidayakan secara luas seperti mangga komersial.

Memasuki paruh kedua abad ke-20, populasi kasturi di alam mengalami penurunan drastis akibat alih fungsi hutan, penebangan, serta rendahnya regenerasi alami. Pohon kasturi yang tumbuh lambat dan kurang dibudidayakan menyebabkan spesies ini semakin jarang ditemukan di habitat aslinya.

Akibat kondisi tersebut, Mangifera casturi kemudian dinyatakan sebagai spesies “punah di alam” (Extinct in the Wild) oleh IUCN, meskipun masih bertahan melalui budidaya terbatas di pekarangan masyarakat, kebun koleksi, dan institusi konservasi seperti Kebun Raya Bogor dan kebun plasma nutfah di Kalimantan.

Saat ini, kasturi dipandang sebagai flora identitas Provinsi Kalimantan Selatan dan menjadi fokus upaya pelestarian, perbanyakan vegetatif, serta konservasi ex situ, sebagai bagian dari pelestarian keanekaragaman hayati dan warisan genetik mangga lokal Indonesia.

Manfaat

Manfaat Pangan:

  • Buah konsumsi: Buah kasturi dapat dimakan segar atau diolah menjadi jus, sirup, manisan, selai, dan campuran minuman tradisional.
  • Aroma khas: Daging buahnya memiliki aroma sangat harum dan rasa manis–asam yang khas, menjadikannya bahan bernilai tinggi dalam kuliner lokal.
  • Sumber nutrisi: Mengandung vitamin C, vitamin A (beta-karoten), serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Informasi lain

BIRO SARANA DAN PRASARANA

Biro Sarana dan Prasarana

Gedung Kampus 1 Unit B Lantai 1
Jalan. Kapas No.14, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166

Ext. (1715)

Whatsapp (0815-7552-0513)

E-mail (sarpras@uad.ac.id)

Instagram  (bsp_uad)

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960