Ketapang Biola atau Ara Daun Kecapi
(Ficus lyrata, Warb.)
Nama Ilmiah yang Diakui
Ficus lyrata Warb. 1894
Diterbitkan pertama kali dalam Bot. Jahrb. Syst. 20: 172 (1894)
Pemberi nama pertama adalah Otto Warburg tahun 1894, seorang ahli fisiologi, dokter, dan peraih Nobel asal Jerman yang dikenal karena menemukan “efek Warburg” pada sel kanker dan menamai tanaman ini Ficus lyrata. Ia memberi nama ilmiah lyrata karena daunnya berbentuk seperti kecapi. Tanaman ini juga biasa disebut fiddle-leaf fig, fig banjo, atau lyrata.
Sinonim heterotipik :
Ficus pandurata Sander in Gard. Chron., ser. 3, 33: 245 (1903), nom. illeg.
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Subclass : Hamamelidae
Order : Urticales
Family : Moraceae
Genus : Ficus
Species : Ficus lyrata, Warb
Informasi Umum (Deskripi morfologis)
Ficus lyrata adalah pohon hijau abadi yang asli dari hutan hujan tropis Afrika Barat dan Tengah, dan merupakan salah satu spesies Ficus yang paling menuntut dan menawan. Di luar ruangan, pohon ini dapat tumbuh setinggi 9–12 m (30–39 kaki).
Daunnya bervariasi bentuknya, tetapi seringkali memiliki ujung yang lebar dan bagian tengah yang sempit, menyerupai lyre atau biola; daunnya dapat mencapai panjang 45 cm (18 inc) dan lebar 30 cm (12 inc) (meskipun biasanya lebih kecil), dengan tekstur kulit yang kaku dan kasar, urat yang menonjol, berpola menyirip dan tepi yang bergelombang. Batang berkayu, keras dan kasar, dan mengeluarkan getah putih saat dipotong. Akarnya tunggang. Buahnya berupa buah ara hijau berdiameter 2,5–3 cm (1,0–1,2 in), termasuk buah semu yang bertipe buah periuk (hypanthodium). Kalau ingin melihat bunganya maka harus dibelah, dibangian dalam itulah terdapat bunga-bunga yang banyak.
Informasi Etnobotani :
Sejarah
- lyrata tumbuhan ini asli dari hutan hujan tropis tropis Afrika barat dan tengah , khususnya dari Benin, Kamerun, Gabon, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Sierra Leone, dan Togo, di mana spesies ini ditemukan di hutan dataran rendah yang lembap. Masuk ke Asia Tenggara lewat perdagangan tanaman hias Tanaman ini sudah diperdagangkan di kebun raya, koleksi botani, dan nursery kolonial sejak awal abad ke-20, terutama melalui: Singapore Botanic Gardens; Kew Gardens (Inggris) → jaringan distribusi tanaman ke koloni tropis.
Masuk ke Indonesia kemungkinan lewat 2 jalur utama:
- Jalur Kebun Raya / Botani (paling awal)
- Pada masa Hindia Belanda, banyak spesies Ficus dari luar wilayah didatangkan untuk koleksi penelitian.
- Ficus lyrata kemungkinan didatangkan sebagai koleksi botani ke Kebun Raya Bogor / herbarium, seperti tanaman Ficus lain yang banyak diintroduksi.
Pada masa ini belum populer sebagai tanaman hias rumah.
- Jalur Komersial / Nursery Tanaman Hias (paling berpengaruh)
- Di Indonesia, Ficus lyrata mulai dikenal publik setelah tahun 1990–an hingga 2000-an melalui importir tanaman hias dari:
- Thailand
- Singapura
- Belanda (greenhouse ornamental plant export)
- Setelah 2010, booming global “indoor plant trend” membuat banyak nursery melakukan :
- import bibit kultur jaringan (tissue culture)
- perbanyakan lokal di Jawa Barat dan Jawa Timur
- Di Indonesia, Ficus lyrata mulai dikenal publik setelah tahun 1990–an hingga 2000-an melalui importir tanaman hias dari:
- Booming besar di Indonesia; popularitasnya meledak mulai 2016–2020, bersamaan dengan tren interior skandinavia dan tanaman indoor.
Manfaat
Manfaat ketapang biola ini adalah sebagai tanaman hias dekoratif, pembersih udara, dan peneduh. Selain itu, bagian tanaman ini dapat digunakan dalam pengobatan tradisional untuk diare dan kecemasan, serta memiliki potensi untuk aplikasi lain seperti pewarna alami.
Manfaat utama
- Tanaman hias dekoratif: Cocok untuk mempercantik interior rumah, kantor, restoran, atau hotel, karena bentuk daunnya yang unik dan ukurannya yang dapat disesuaikan.
- Pembersih udara: Daunnya yang lebar dapat membantu membersihkan udara dengan menyerap polutan seperti formaldehida dan dioksin, sehingga membuat udara lebih bersih.
- Peneduh: Ketapang biola juga dapat memberikan keteduhan, terutama jika ditanam di luar ruangan dan dibiarkan tumbuh besar.
Manfaat etnobotani :
- Tanaman hias : Populer sebagai tanaman hias interior karena dedaunannya yang besar dan unik, serta dianggap sebagai simbol kebijaksanaan dan pembelajaran.
- Tanaman lanskap : Digunakan sebagai peneduh dan titik fokus dalam lanskap karena bentuk tajuknya yang indah.
- Pohon pelindung : Digunakan sebagai pohon pelindung atau tanaman tepi jalan.
Manfaat lainnya
- Pengobatan tradisional: Beberapa bagian tanaman ini secara tradisional digunakan untuk membantu mengobati diare, kecemasan, dan masalah kesehatan lainnya, seperti yang disebutkan dalam Haibundadan Socfindo Conservation. Namun, penggunaan dalam pengobatan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak sembarangan.
- Pewarna alami: Daun ketapang biola memiliki potensi untuk digunakan sebagai sumber pewarna alami, seperti yang dilaporkan dalam Open Library Telkom University.
- Kualitas hidup: Keberadaan tanaman di dalam ruangan dapat meningkatkan kualitas hidup, menciptakan suasana yang lebih segar, dan membantu mengurangi stres,
Informasi lain


