Gandaria

(Bouea macrophylla Griff.)

Nama Ilmiah yang Diakui

Bouea macrophylla Griff. 1854

Diterbitkan pertama kali dalam Notulae ad Plantas Asiaticas 4: 486 (1854).
Pemberi nama pertama adalah William Griffith pada tahun 1854, seorang ahli botani asal Inggris yang banyak meneliti flora Asia tropis, khususnya wilayah Asia Tenggara. Ia menamai spesies ini Bouea macrophylla; nama macrophylla berasal dari bahasa Yunani makros (besar) dan phyllon (daun), yang merujuk pada daunnya yang berukuran besar dan lebar.

Tanaman ini dikenal luas dengan nama gandaria di Indonesia, marian plum dalam bahasa Inggris, serta plum mango karena aroma dan bentuk buahnya menyerupai mangga kecil.

Sinonim heterotipik:

  • Mangifera gandaria Roxb., Fl. Ind. 2: 441 (1832)

  • Bouea oppositifolia Meisn., Pl. Vasc. Gen. 1: 230 (1840)

Klasifikasi :

Kingdom  : Plantae

Divisio      : Magnoliophyta

Class         : Magnoliopsida

Subclass   : Rosidae

Order        : Sapindales

Family       : Anacardiaceae

Genus      : Bouea

Species     : Bouea macrophylla Griff.

Informasi Umum (Deskripsi morfologis)

Gandaria (Bouea macrophylla Griff.) adalah pohon buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Pohon ini bersifat hijau abadi dan dapat tumbuh mencapai tinggi sekitar 20–27 m, dengan batang tegak dan tajuk rimbun.

Daun gandaria bertipe daun tunggal, tersusun berseling, berbentuk lonjong hingga lanset, dengan ujung meruncing dan pangkal menyempit. Panjang daun berkisar 15–30 cm dan lebar 5–12 cm, bertekstur agak tebal dan licin, berwarna hijau tua mengilap di permukaan atas dan lebih pucat di bagian bawah. Tulang daun menyirip jelas terlihat. Batangnya berkayu, berwarna cokelat keabu-abuan, relatif halus hingga sedikit beralur, dan tidak mengeluarkan getah putih seperti pada genus Ficus. Sistem perakarannya berupa akar tunggang yang kuat dengan akar lateral yang berkembang baik.

Bunganya berukuran kecil, berwarna putih kekuningan hingga kehijauan, tersusun dalam malai di ketiak daun atau ujung ranting, dan bersifat hermafrodit atau berkelamin tunggal. Buah gandaria bertipe buah batu (drupa), berbentuk bulat hingga lonjong, berdiameter sekitar 3–6 cm. Saat muda buah berwarna hijau dan berubah menjadi kuning hingga jingga kemerahan ketika masak, dengan daging buah berair, beraroma khas, dan bercita rasa asam hingga manis.

Informasi Etnobotani :

Sejarah

Gandaria (Bouea macrophylla Griff.) merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara, terutama wilayah Indonesia bagian barat, Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Spesies ini secara alami tumbuh di hutan hujan tropis dataran rendah yang lembap, baik sebagai pohon liar maupun semi-budidaya di sekitar permukiman dan kebun rakyat. Di Indonesia, gandaria telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, khususnya di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Masuk dan penyebaran di Indonesia

Berbeda dengan tanaman introduksi, gandaria bukan tanaman asing di Indonesia, melainkan tanaman asli (indigenous) yang telah tumbuh dan dibudidayakan jauh sebelum masa kolonial. Penyebarannya di Indonesia terjadi melalui dua jalur utama:

Jalur Tradisional / Budidaya Lokal (paling awal)

Sejak masa pra-kolonial, gandaria telah ditanam oleh masyarakat sebagai:

  • Pohon buah pekarangan
  • Tanaman kebun campuran
  • Sumber pangan musiman dan pelengkap kuliner tradisional

Buah gandaria dimanfaatkan dalam berbagai olahan lokal, seperti rujak, sambal, asinan, dan lalapan, sehingga penyebarannya mengikuti pola migrasi dan pertanian masyarakat Nusantara.

Manfaat

Manfaat utama pohon gandaria adalah sebagai tanaman buah konsumsi, tanaman pekarangan, dan peneduh alami. Selain itu, berbagai bagian tanaman gandaria dimanfaatkan dalam kuliner tradisional, pengobatan tradisional, serta memiliki nilai ekologis dan budaya yang penting di masyarakat Nusantara.

Manfaat utama

  • Tanaman buah konsumsi
    Gandaria menghasilkan buah yang dapat dimakan dalam kondisi muda maupun matang. Buah muda bercita rasa asam segar dan sering digunakan sebagai bahan rujak, sambal, asinan, dan lalapan, sedangkan buah matang memiliki rasa manis-asam dan dapat dikonsumsi langsung.
  • Tanaman pekarangan dan peneduh
    Pohon gandaria memiliki tajuk rimbun dan daun lebat sehingga cocok ditanam di pekarangan rumah, kebun campuran, atau tepi jalan desa sebagai peneduh alami dan penyejuk lingkungan.
  • Sumber pangan lokal
    Gandaria berperan sebagai sumber pangan tradisional musiman yang mudah dibudidayakan dan bernilai ekonomi lokal, terutama di wilayah Jawa dan Sumatra.

Manfaat etnobotani :

  • Tanaman pangan tradisional
    Buah gandaria telah lama dimanfaatkan dalam kuliner tradisional Indonesia, khususnya sebagai pelengkap sambal, rujak, dan masakan berbasis asam segar.
  • Tanaman pekarangan
    Gandaria ditanam di sekitar rumah sebagai tanaman multifungsi: penghasil buah, peneduh, sekaligus penanda batas lahan.
  • Pohon budaya
    Di beberapa daerah, gandaria memiliki nilai kultural sebagai tanaman warisan yang diturunkan antargenerasi dan menjadi bagian dari identitas pangan lokal.

Manfaat lainnya

  • Pengobatan tradisional
    Secara tradisional, daun dan kulit batang gandaria digunakan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan ringan, sariawan, dan peradangan, meskipun penggunaannya masih bersifat empiris dan perlu kajian ilmiah lebih lanjut.
  • Kandungan gizi
    Buah gandaria mengandung vitamin C, serat, dan antioksidan alami yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan.
  • Pelestarian lingkungan
    Sebagai pohon tropis berumur panjang, gandaria berperan dalam konservasi tanah, penyerapan karbon, serta menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.

Informasi lain

BIRO SARANA DAN PRASARANA

Biro Sarana dan Prasarana

Gedung Kampus 1 Unit B Lantai 1
Jalan. Kapas No.14, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166

Ext. (1715)

Whatsapp (0815-7552-0513)

E-mail (sarpras@uad.ac.id)

Instagram  (bsp_uad)

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960