Bungur

(Lagerstroemia)

Nama Ilmiah yang Diakui

Lagerstroemia speciosa (L.) Pers., 1807
Diterbitkan pertama kali sebagai Munchausia speciosa L. dalam Species Plantarum (1753), kemudian dipindahkan ke genus Lagerstroemia oleh Christiaan Hendrik Persoon pada tahun 1807.

Nama ilmiah Lagerstroemia speciosa diberikan untuk menandai spesies bungur yang berukuran besar dan berbunga mencolok, dengan epitet speciosa yang berarti “indah” atau “menarik”, merujuk pada bunga berwarna ungu hingga merah muda yang menjadi ciri khasnya. Pohon ini berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara dan dikenal luas sebagai pohon peneduh dan tanaman hias berbunga. Dalam literatur internasional, bungur dikenal dengan nama queen’s crape myrtle, giant crape myrtle, atau banaba, dan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan lanskap perkotaan.

Sinonim heterotipik :
Munchausia speciosa L., Sp. Pl.: 674 (1753).

Klasifikasi :

Kingdom  : Plantae

Divisio      : Magnoliophyta

Class         : Magnoliopsida

Subclass   : Rosidae

Order        : Myrtales

Family       : Lythraceae

Genus      : Lagerstroemia

Species     : Lagerstroemia speciosa (L.) Pers.

Informasi Umum (Deskripi morfologis)

Pohon bungur (Lagerstroemia speciosa (L.) Pers.) merupakan pohon berkayu besar dari famili Lythraceae yang dapat tumbuh hingga ketinggian 20–30 meter, memiliki batang lurus dengan kulit berwarna abu-abu kecokelatan yang mudah mengelupas, daun tunggal berbentuk lonjong hingga elips berukuran besar, serta bunga mencolok berwarna ungu muda hingga merah muda yang tersusun dalam malai besar di ujung cabang, menjadikan bungur dikenal sebagai pohon peneduh sekaligus tanaman hias berbunga indah.

Informasi Etnobotani :

Sejarah

Pohon bungur (Lagerstroemia speciosa (L.) Pers.) berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara dan telah lama dikenal serta dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai pohon peneduh, tanaman hias berbunga, dan sumber obat tradisional, terutama sejak masa kerajaan dan permukiman kuno di Nusantara, kemudian menyebar luas melalui jalur perdagangan dan kolonial sebagai tanaman jalan dan taman kota karena daya adaptasinya yang baik serta bunganya yang indah, sehingga hingga kini bungur menjadi salah satu pohon ikonik di ruang terbuka hijau dan lanskap perkotaan di Indonesia

Manfaat

Pohon bungur dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh dan penghijauan di tepi jalan, taman, dan ruang terbuka hijau karena tajuknya rindang, perakarannya relatif kuat, serta memiliki nilai estetika tinggi dari bunga berwarna ungu muda hingga merah muda yang memperindah lanskap.

Manfaat etnobotani :

  • Dalam pengobatan tradisional, daun bungur digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan herbal untuk membantu menurunkan kadar gula darah, menjaga kesehatan metabolisme, serta sebagai bahan obat tradisional di beberapa daerah Asia Tenggara.

Manfaat lainnya

  • Kayu pohon bungur dimanfaatkan secara terbatas sebagai bahan bangunan ringan, perabot, dan kerajinan, sementara pohonnya juga berfungsi sebagai tanaman edukatif dan konservasi perkotaan karena daya adaptasinya yang baik terhadap lingkungan tropis.

Informasi lain

BIRO SARANA DAN PRASARANA

Biro Sarana dan Prasarana

Gedung Kampus 1 Unit B Lantai 1
Jalan. Kapas No.14, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta 55166

Ext. (1715)

Whatsapp (0815-7552-0513)

E-mail (sarpras@uad.ac.id)

Instagram  (bsp_uad)

Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa

Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan

Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960